Topik survey adalah mengenai operator telepon seluler dan berlangsung selama setahun, secara periodik kita lakukan tracking terhadap performa tiap2 merek. Responden adalah outlet yang menjual voucher isi ulang. Sebelumnya kami melakukan sensus terhadap outlet2 tempat penjualan voucher isi ulang di 16 kelurahan dari 163 kelurahan yang ada di Surabaya untuk bisa memperkirakan besaran populasi outlet yang menjual voucher isi ulang di Surabaya. Outlet yang menjadi target adalah outlet yang lebih banyak menjual kepada konsumen secara langsung (pengecer - bukan grosir). Outlet2 ini kemudian di bagi menjadi beberapa kelompok menurut besar omzet mereka per hari, dan hasilnya kita dapatkan 1526 outlet di 16 kelurahan yang kita sensus, dengan komposisi seperti dibawah ini:

Setelah itu, baru kita melakukan survey dengan mengambil sampel yang menyebar di seluruh wilayah kota Surabaya. Beberapa hal penting yang ingin diukur adalah mengenai keberadaan produk voucher tiap2 merek, volume penjualan, nilai penjualan, voucher fisik & elektrik serta banyak informasi penting lainnya. Secara teknis, setiap outlet yang jadi responden diminta kesediaannya untuk mengumpulkan nota/catatan pembelian selama periode waktu sebulan dan petugas survey menghitung stock fisik voucher yang ada pada saat itu. Hal2 lain yang tampak juga dicatat, termasuk materi atau aktifitas promosi yang ada atau berlaku di outlet bersangkutan. Hal menarik yang muncul dari survey ini adalah betapa besarnya potensi penjualan untuk voucher elektrik dengan nominal nilai yang rendah. Penjualan voucher elektrik 10 ribu paling besar jumlahnya, diikuti voucher elektrik dg nominal 20 ribu. Outlet, dalam hal ini merasa diuntungkan karena keuntungan jual nominal kecil hampir sama dengan bila menjual nominal yg lebih besar. Keberadaan voucher untuk tiap2 merek di outlet yang disurvey, berbanding lurus dengan jumlah konsumen untuk tiap2 merek tsb, ini artinya voucher elektrik telah menjawab solusi dengan kemudahan outlet untuk membelinya. Yang menarik juga adalah aktifitas promosi yang dilakukan tiap2 merek. Beberapa wilayah tampak dikuasai satu operator, sebaliknya di wilayah lain di kuasai operator yang lain pula. Tampaknya masing2 operator, besar maupun kecil, secara agresif melakukan aktifitas promosi di outlet2 ini. Insight dari survey ini digunakan sebagai acuan dalam menentukan strategi perusahaan kedepannya, tampak dari berlomba2nya operator seluler ”bermain” dengan harga selama beberapa tahun belakangan ini. Hal lain yang berguna dalam memanfaatkan data hasil survey ini adalah untuk mengukur dampak dari aktifitas marketing yang telah dilakukan. Akhirnya waktu pula yang membatasi postingan kali ini, hehe sudah waktunya pulang....
0 komentar:
Poskan Komentar